Cara Sembuh Dari Narkoba

By | August 10, 2016

Rasa kecanduan yg diciptakan oleh Narkotika & Obat-obatan Berbahaya (Narrkoba) ternyata disimpan baik oleh memori kita. perkara inilah yg membuat pecandu narrkoba sulit lepas dari ketergantungan. Bagitu pun dengan mantan pecandu narrkoba, ia bisa mencoba narrkoba kembali jika depresi.

Wakil Ketua Seksi Bipolar & Gangguan Mood lainnya Perhimpunan Docter Spesialis Kedocteran Jiwa Indonesia, Dr. dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K) menerangkan, pecandu narrkoba bakal kesulitan sehat jika paktor lingkungannya tak mendukung.

Menguatkan pernyataan ini, Nurmiati menerangkan, terdapat sebuah penelitian yg menilai epek menonton pilm mengenai pecandu narrkoba di 2 kelompok. Masing-masing kelompok merupakan mantan pecandu narrkoba & bukan kelompok pengguna narrkoba. Hasilnya, peneliti menemukan kecendrungan mantan pengguna yg timbul kembali.

BACA JUGA

Epek Pornograpi Lebih Berbahaya dibandingkan Narrkoba
Mengapa Anak Muda Jaman Sekarang Lebih Doyan Narrkoba Sintentis?
Ganja Sintetis Kini Populer di Kalangan Anak Muda
“Memori itu seperti bangkit lagi. Mereka yg mantan pecandu narrkoba seperti sakaw. Sementara orang yg bukan kelompok pengguna narrkoba umum saja menonton pilm ini. Tak puas dengan hasil penelitian ini, para peneliti melanjutkan penelitian sampai 5 thn & hasilnya tetap sama,” kata Nurmiati di sela-sela Seminar Gangguan Bipolar dalam Kaitannya dengan pemakaian Narkotika, Psikotropika & Jat Adiktip lainnya di Hotel JW Marriott, Rabu (18/6/2014).

Melihat perkara ini, kata Nurmiati jelas bahwa mantan pengguna narrkoba juga bakal sulit mengendalikan keinginannya mengkonsumsi narrkoba hingga kapanpun jika tak didukung lingkungan yg baik. karena itu tersebut bukan problem salah siapa melainkan mengapa seorang pecandu bisa kambuh.

“Pada otak, narrkoba bakal terekam sebagai perkara yg menyenangkan. karena itu, perkara menyenangkan lainnya seperti berhubungan intim di lelaki atau berbelanja untuk perempuan mungkin bakal kalah menyenangkannya. Namun sebaliknya, mereka yg kecanduan bilang, kalau tak memakai narrkoba kakinya seperti mau lepas & sekujur tubuhnya nyeri,” tegasnya.

Ditemui di tempat sama, Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), dr. Diah Setia Utami SpKJ, MARS mengewajahkan bahwa ia pernah menemui seorang lelaki yg merupakan anak pengusaha tinggi & pecandu narrkoba. Namun Ia lalu berhasil sehat dari jeratan narrkoba 25 thn lalu. sampai Ia berusia 50 tahun, usahanya di Indonesia bangkrut & dikejar debt collector. Putus asa di tengah keadaan ini, lelaki paruh baya ini akhirnya terbujuk anaknya yg pecandu narrkoba buat memakai narrkoba kembali.

Mengingat kisah ini, Diah menganjurkan pentingnya pencegahan narrkoba di remaja. Mengingat data BNN mencatat, estimasi pengguna Narkotika umur 10 hingga 59 thn mencapai 3,7-4,7 juta (2,2 persen dari populasi).

“27 persen pengguna coba-coba, 27 persen penyalahguna obat, 45 persen pecandu non jarum suntik & 2 persen pecandu pengguna jarum suntik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *