Obat Amandel di Apotik

By | July 21, 2016

Radang amandel (tonsilitis) ialah suatu kondisi saat kelenjar limpe yg terdapat di tenggorokan menjadi bengkak atau meradang. Kelenjar limpe tersebut ibarat prajurit. Musuhnya banyak sekali, contohnya: bactery, virus, jamur. Riset membuktikan kalau bactery yg terbanyak ialah dari genus (golongan) streptokokus, gonokokus, diplokokus, pneumokokus, & Haemophilus inpluenjae. Serangan bactery Haemophilus inpluenjae tersebut sangat dahsyat & berat, sebab bisa menyebabkan amandel bernanah (tonsilitis akut supuratip).

Bactery tersebut dapat dari golongan gram-positive aerobes dan gram-negative anaerobes. Beragam kelompok bactery tersebut bisa berinteraksi dengan cara sinergis, sehingga menaikan & memperpanjang virulensi (masa berlangsungnya peradangan). Tampaknya peran bactery anerob berperan signipikan didalam jadi faktor penyebab kambuhnya tonsilitis.

Untuk virus, terbanyak berasal dari golongan parainpluenja & adenovirus. Sedangkan jamur, jenis kandida & aktinomises tersering mengakibatkan amendel meradang. Keberanekaragaman inilah yg mengakibatkan tonsilitis berkesempatan buat jadi menahun (chronic) & kambuh/berulang (recurrent).

Potret Klinis

Tonsilitis umumnya menyerang anak-anak berusia 5-10 tahun, tapi dapat pun menyerang orang dewasa. Awalnya pengidap mengeluh kerongkongannya terasa kering. kemudian perlahan jadi sakit (sakit di kerongkongan & sakit buat menelan).

Pada kasus amandel yg sudah menahun (tonsilitis kronis), maka selain sakit saat menelan, sakit di kerongkongan, juga kadang-kadang merasa terdapat benda asing di tenggorokan, napas (mulut) berbau (halitosis). bisa dibarengi lemah, selera konsumsi turun, & nyeri kepala. di pemeriksaan pisik, docter bakal menjumpai pembesaran tonsil (amandel), detritus positip di penekanan, arkus tonsillaris anterior-posterior berwarna merah, criple melebar. Kelenjar submandibula (dapat pula) membesar/menjadi bengkak. Pemeriksaan laboratorium yg dibutuhkan umumnya ialah darah rutin.

Diagnosis Banding

Akibat perlawanan yg hebat dari prajurit tadi, maka beberapa bactery bisa mati. Nah, bactery yg mati, epitel amandel yg lepas, & sel darah putih (leukosit) jenis polimorponuklear tersebut membentuk disebut kotoran putih atau bercak kuning yg didalam medis disebut detritus.

Keberadaan pseudomembran (selaput semu) dampak detritus tersebut mengakibatkan terdapat penyakit lain yg mirip tonsilitis akut, seperti: tonsilitis dipteri, angina Plaut Vincent, angina agranulositosis, & demam skarlet. Tugas docterlah didalam menyingkirkan diagnosis banding ini, sebelum akhirnya menegakkan diagnosis.

Solusi

Sebenarnya amandel sebab virus berpotensi buat sehat sendiri. Tapi jika virus sudah menyebar lewat pembuluh darah (viremia) & daya tahan tubuh sedang lemah, maka sungguh berpotensi jadi lebih parah, seperti: amandel bengkak & bertambah besar (hiperplasi tonsil), terjadi pernanahan & luka di tenggorokan (ulserasi & abses paraparing). perkara tersebut berpotensi mempengaruhi sarap IKS & KS, sehingga muncullah sakit telan & sakit tekan di kerongkongan dan sakit di telinga (otalgia). dampak lain dapat menurunkan selera makan, menurunnya kadar gula didalam aliran darah (hipoglikemia), tubuh jadi lemas & kurang tenaga. Penyebaran peradangan virus tersebut pun berpotensi menyerang hidung. Dampaknya, mukosa (selaput lendir) hidung jadi radang, lendir bertambah, sehingga hidung jadi tersumbat. Komplikasi lain bisa menjalar ke jantung.

Amandel sebab bactery & jamur bisa ditangani dengan pemberian antimicrobial atau antibiotik yg sesuai. Lojenges (tablet hisap) & antiseptik hanya meredakan & bukan terapi utama.

Jadi, solusinya dibagi jadi dua macam, yakni dengan cara konservatip & operatip. Konservatip yakni dengan menghilangkan tanda & pemberian obat (analgetik, antipiretik, obat kumur, antibiotik spektrum luas sesuai indikasi).

Sebelum memberikan obat antibiotik, docter bakal melakukan sistim penilaian (scoring) McIsaac. di kasus tonsiloparingitis bacteryalis, maka pilihan antibiotik yg bisa diberikan antara lain: penisilin (10 hari). jika dijumpai alergi terhadap penisilin, maka bisa diberikan amoksisilin (6 hari), sepalosporin (4-5 hari), klaritromisin (5 hari). yg perlu diingat & diperhatikan ialah antibiotik tak perlu diberikan di anak dengan tonsiloparingitis jika tak diperoleh kuman atau tak sesuai dengan kriteria klinik buat peradangan bactery.

Pada anak-anak, terapi kasus amandel atau radang tenggorokan dampak bactery streptokokus (streptococcal tonsillitis/pharyngitis) dengan antibiotik diikuti rekolonisasi dengan obat golongan alpha-streptococci bisa mengjauhi kekambuhan.

Strategi konservatip tersebut perlu dibarengi dengan istirahat, diet makanan lunak, mengjauhi semua yg digoreng dan sebisa mungkin tak pedas. Adapun tindakan operatip yakni dengan pengangkatan amandel (tonsilektomi).

Sebelum melakukan tonsilektomi (operasi amandel), docter bakal mempertimbangkan banyak paktor, seperti: urgensi, taraf keparahan, usia, biaya, komplikasi, & yg tak kalah penting ialah beragam paktor penyulit yg berpotensi menghambat atau bahkan “mengganggu operasi”. Paktor penyulit tersebut contohnya: sebab berbagai macam penyakit, seperti: peradangan leher bagian dalam, radang telinga bagian tengah (otitis media), radang rongga hidung (penyakit sinusitis paranasal), bahkan perluasan penyakit sampai ke organ-organ ginjal, jantung, & persendian. Penyulit lainnya ialah perdarahan & adanya pnemonia aspirasi.

Bila operasi sukses tanpa komplikasi, maka diperkirakan tiga hari dapat pulang. Masa pemulihan pengidap maksimum ialah sepuluh hari. Mayoritas kasus amandel sehat total. Tapi jika terdapat keganasan (kanker), maka perlu dilakukan biopsi (pemeriksaan patologi anatomi) buat menentukan ganas atau jinak. Dengan penatalaksanaan yg komprehensip & paripurna, maka amandel tak lagi membandel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *