Nama Obat Campak di Apotik

By | September 10, 2016

Macam Macam Obat Campak di Apotik dan Tradisional

Campak kini lebih mudah diatasi dengan Obat Campak di Apotik dan tradisional berikut ini !

Nama Obat Campak di Apotik

Obat buat mengatasi campak sampai saat tersebut masih dalam penelitian, sehingga buat belum ada penanganan yg tepat terhadap virus campak ini. buat dapat mencegah virus campak biasanya dilakukan vaksinisasi atau imunisasi, & perkara tersebut sudah di terapkan di beberapa negara. Selain dengan pemberian vaksin & imunisasi, jika kita mengalami tanda campak, maka kita bisa mencegahnya dengan istirahat yg cukup, mandi dengan air hangat, dan mekonsumsi obat penghilang rasa nyeri & penurun demam seperti parasetamol & ibupropen, namun tidak boleh memberikan aspirin di remaja & anak-anak, sebab aspirin bisa mengakibatkan penyakit sindrom Reye.

  1. Sanmol
    Sanmol dapat di jadikan sebagai obat buat mengatasi campak di apotik yg dapat kita pakailah jika mengalami tanda campak, sebab kandungan parasetamol yg ada di dalam sanmol bekerja sebagai analgesik yg bekerja langsung di pusat pengatur panas di hipotalamus, sehingga bisa meringankan rasa nyeri & menurunkan demam yg diakibatkan oleh virus campak.
  2. Dumin
    Obat penurun panas lainnya yg dapat digunaka sebagai obat buat megobati campak di apotik ialah dumin. Dumin biasanya dijual dalam bentuk sirup & tablet, sehingga kita dapat memilihnya sesuai dengan selera anda. Dalam setiap tablet dumi berisi 500mg parasetamol, sedangkan buat yg berbentuk sirup dalam setiap 5ml-nya terkandung 120 mg parasetamol. Obat tersebut dapat dgunakan buat orang dewasa maupun anak-anak, sesuai dengan aturan pakainya. Parasetamol yg terkandung dalam dumin dapat membantu buat mengatasi penyakit campak, sebab dumin sungguh epektip buat menurunkan demam.
  3. Proris
    Jika kita sudah memakai obat penurun panas yg memiliki kandungan parasetamol, jika tak mempan, maka kita dapat memakai obat buat mengatasi campak di apotik yg memiliki kandungan. Namun, dalam pemakaiannya tidak boleh digabungkan dengan parasetamol, sebab jika keduanya diberikan dalam jangka waktu berdekatan, dapat terjadi overdosis. Jika dibandingkan dengan parasetamol proris yg memiliki kandungan ibupropen tersebut memang lebih cepat dalam menurunkan panas yg diakibatkan oleh virus campak, tapi obat tersebut mempunyai epek samping yg lebih banyak, sehingga sebaiknya jangan diberikan kepada bayi di bawah 6 bulan.
  4. Panadol
    Jika pengidap campak mengalami kesulitan dalam mekonsumsi obat, maka pasien dapat memakai obat buat mengatasi campak di apotik dalam bentuk supositoria/mirip torpedo yg dimasukkan melalui dubur. Jika kita memakai panadol tetes, kita mesti hati-hati memakainya dengan betul-betul membaca aturan pakainya buat mengjauhi adanya risiko overdosis.
  5. Pevrin
    Pevrin dapat dipakai sebagai analgesik & antipiretik. Pevrin dapat dipakai sebagaiobat buat mengatasi campak di apotik, sebab analgesik yg terkandung dalam pevrin bisa berpungsi sebagai pengurang rasa nyeri, sedangkan antipiretiknya bisa menurunkan demam, dengan tips menghambat kerja dari pirogen endogen yg ada di pusat pengaturan suhu di hipotalamus.
  6. Menggunakan Pegagan dan Mawar
    Bahan-bahannya ialah sediakan pegagan segar, kurang lebih 100gram, sepuluh bunga mawar dan air 800 cc. Cara membuatnya yaitu bahan-bahan yg tersedia terlebih dulu dicuci sampai bersih. Lalu bahan-bahan ini direbus hingga mendidih dan biarkan sampai airnya menjadi setengahnya. Sesudah matang kemudian disaring. Dikonsumsi sehari tiga kali sesudah makan.
  7. Menggunakan bunga cengkih dan gula batu
    Bahan-bahannya ialah siapkan bunga cengkih sepuluh biji, gula batu dan air secukupnya. Cara membuatnya yaitu terlebih dulu bunga cengkeh direndam semalan dengan air matang. kemudian masukkan gula batu kedalamnya. Diaduk sampai merata. Dikonsumsi secara sedikit demi sedikit.
  8. Menggunakan adas pulosari dan benalu
    Bahan-bahannya ialah sediakan adas pulosari secukupnya & benalu satu hingga dua batang. Cara membuatnya yaitu adas dan benalu dicuci bersih. Lalu kedua bahan ini ditumbuk sampai halus. Sesudah halus bisa dipakai sebagai bedak.
  9. Menggunakan wortel dll
    Bahan-bahannya ialah siapkan wortel 150 gram, tebu 150 gram, akar alang-alang lima puluh gram, daun ketumbar enam puluh gram, gula batu secukupnya & air 600 cc. Cara membuatnya yaitu sesudah bahan – bahan dibersihkan, semua bahan direbus hingga mendidih, dan biarkan sampai airnya menjadi setengahnya. Air rebusan ini dikonsumsi sehari dua kali dengan cara teratur.
  10. Menggunakan daun pegagan
    Bahan-bahannya ialah sediakan daun pegagan yg masih segar sebanyak enam puluh gram & air buat merebus 600 cc. Cara membuatnya yaitu daun pegagan terlebih dulu dicuci hingga bersih. Lalu daun pegagan ini direbus sampai mendidih dan biarkan airnya menjadi setengahnya. Air rebusan dikonsumsi dengan cara teratur sebanyak sehari dua kali, dikonsumsi dalam kondisi masih hangat.
  11. Menggunakan kunyit, biduri dan asam muda
    Bahan-bahannya ialah siapkan setengah jari rimpang kunyit, daun biduri seperempat genggam, daun asam muda seperempat, air matang satu gelas dan madu satu sendok makan. Cara membuatnya yaitu bahan-bahan dicuci hingga bersih. kemudian bahan-bahan ini ditumbuk sampai halus. Sesudah halus campurkan dengan air dan madu. Diaduk merata lalu disaring. Dikonsumsi langsung habis, sehari dua kali.
  12. Menggunakan bunga mawar
    Bahan-bahannya ialah sediakan bunga mawar segar sebanyak lima belas tangkai dan air 600 cc. Cara membuatnya yaitu bunga mawar terlebih dulu dicuci sampai bersih. kemudian bunga mawar direbus hingga mendidih, biarkan airnya menjadi 500 cc. Sesudah matang lalu disaring. Dikonsumsi dengan cara teratur sehari dua kali. Sekali konsumsi sebanyak satu gelas. Sebaiknya dikonsumsi airnya masih dalam kondisi hangat.

Pada awalnya, campak merupakan wabah untuk masyarakat yg kerap kali terjadi di setiap kurun 2 – 3 thnan, khususnya di anak-anak balita maupun pra remaja, sebelum diperkenalkannya vaksinasi campak secara luas. Seseorang yg terkena penyakit campak di minggu pertama sampai minggu kedua bakal merasakan suhu tubuh mulai naik dibarengi batuk, hidung berair, tenggorokan terasa sakit, otot – otot pula terasa sakit, dan terjadikonjungtivitis (mata memerah). Lalu sesudah 2 – 4 hari bakal timbul bintik–bintik putih di bagian dalam mulut si pengidap campak. Selang 3–5 hari berikutnya bakal muncul ruam yaitu kulit berwarna kemerahan dan terasa sedikit gatal. Ruam ini biasanya muncul pertama kali di bagian wajah dan bagian bawah telinga & leher. Lalu baru sesudah 1–2 hari ruam bakal mulai meluas ke seluruh tubuh pengidap campak sehingga merasakan nyeri sekali & suhu tubuhpun semakin tinggi (demam panas). di 3 – 5 hari berikutnya suhu tubuh baru bakal mulai normal, & keadaan pengidap campak bakal berangsur baik.

Penyakit campak diakibatkan oleh virus campak bernama paramiksovirus. Virus campak tersebut ditularkan ke orang lain melalui percikan ludah dari pengidap campak, baik ludah itu keluar dari mulut, hidung maupun dari tenggorakan si pengidap campak. Virus tersebut mempunyai masa inkubasi kurang lebih 2 minggu (14 hari) sebelum tanda campak mulai tampak. Seseorang bisa mendapatkan kekebalan dari serangan virus campak ini, jika ia melakukan vaksinasi campak. Demikian pula seseorang yg pernah mengalami penyakit campak, pula bakal memperoleh kekebalan dari serangan virus paramiksovirus (virus campak) ini. Seseorang yg pernah melakukan imunisasi campak satu kali di saat umur masih anak – anak (balita), diharapkan melakukannya kembali di saat umur remaja atau dewasa supaya bisa mendapatkan kembali kekebalan tubuh terhadap serangan virus campak.

BACA JUGA :

Obat Campak di Apotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *