Obat Mual Untuk Ibu Hamil

By | September 16, 2016

Selama hamil, system kekebalan tubuh berubah. Ibu hamil jadi lebih rentan terhadap penyakit & peradangan oleh bactery ataupun virus. Berikut ini ialah berbagai penyakit yg mesti diwaspadai selama kehamilan.

Demam Tipoid
Penyakit ini, diakibatkan peradangan kuman Salmonella typhi yg masuk ke tubuh lewat saluran cerna. Sesudah tertelan ke saluran usus, kuman bakal mencapai jaringan limpoid di usus halus, kemudian masuk ke aliran darah. Akhirnya bersarang di plak peyeri, yakni di dinding usus halus, hati, limpa, & system retikuloendotelial lainnya.

Adapun tandanya: timbul demam yg semakin hari semakin meningkat, rasa tak enak badan, perut terasa tak enak, mual, sakit jika ditekan, kadang dibarengi sembelit atau malah diare. Kerap kali, di lidah pun tampak kotor berwarna kecokelatan-cokelatan.

Agar tak memunculkan gangguan di kehamilan & janin, ibu yg mengalami tanda-tanda di atas sebaiknya langsung memperoleh pengobatan docter, bahkan sebagian mesti dirawat di rumah sakit.

Sebagai pencegahan, Mama sebaiknya mengupayakan kebersihan makanan & minuman sebelum dikonsumsi supaya tak terdapat kuman yg masuk. Pemberian vaksinasi tipoid dapat saja dilakukan, & yg terbaik dilakukan sebelum kehamilan terjadi.

Resiko yg perlu diwaspadai:

Bila tak diatasi, demam tipoid cukup berbahaya sebab komplikasinya yg tak ringan jika pengobatan tak baik. Komplikasi yg mungkin terjadi antara lain, perdarahan & kebocoran usus, penyebaran peradangan sampai ke paru-paru, ginjal, tulang, hati, bahkan dapat pun menyerang otak & mengakibatkan ensepalitis (radang otak).

Bagi ibu hamil, di peradangan berat di awal kehamilan diperkirakan 60-80 persen bakal mengalami keguguran spontan. untuk si ibu sendiri, resiko kematian juga cukup besar, dapat mencapai 15 persen.

Hepatitis
Infeksi di hati tersebut diakibatkan peradangan virus hepatitis A, B, atau C. Peradangan virus hepatitis A bisa menyerang lewat jalur pekal-oral, yakni penularan lewat makanan atau minuman, sedangkan hepatitis B & C lewat cairan tubuh, seperti darah.

Meski diakibatkan virus yg berbeda, namun tandanya hampir sama. Yakni adanya nyeri kepala, demam, rasa tak enak badan, mual, muntah, sakit di otot, sakit di perut kanan atas, & warna urin yg jadi lebih gelap. Tanda-tanda ini umumnya berlangsung selama 4-7 hari.

Pada tahap selanjutnya, tanda sedikit berkurang, namun muncul warna kekuningan di putih mata & kulit, dan terjadi pembesaran hati. Tahap kedua tersebut berlangsung antara 3-6 minggu. Selanjutnya warna kekuningan bakal mereda & penderita mengalami perbaikan.

Hepatitis dapat berupa penyakit yg tampaknya ringan, namun bisa juga berat yg dapat memunculkan kematian dalam waktu tak lama. di peradangan yg diakibatkan virus hepatitis A, pengidap bisa sehat sempurna. Sedangkan di peradangan yg diakibatkan virus hepatitis B & C, kerapkali terjadi peradangan yg sipatnya kronik & berlangsung lama.

Selain si ibu mesti memperoleh penanganan buat mengobati penyakitnya, bayi yg baru lahir bakal diperiksa kekebalannya. jika memang telah terkena infeksi dari ibunya, ia bakal segera diterapi. Sedangkan jika belum terkena infeksi & belum mempunyai kekebalan, ia bakal segera divaksinasi & dipisahkan sementara dari si ibu, hingga mempunyai kekebalan yg cukup.

Hepatitis A & B dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Bahkan, saat ini vaksinasi hepatitis B telah diwajibkan untuk anak-anak. Tapi demikian, saat dewasa juga kadang dibutuhkan vaksinasi ulangan sebagai booster, buat merawat taraf kekebalan supaya tidak boleh hingga turun di bawah taraf perlindungan. yg terbaik dilakukan kala tak hamil. Sementara hepatitis C hingga saat ini belum terdapat vaksinnya.

Resiko untuk Kehamilan:

Bagi kehamilan, jika terkena infeksinya saat trimester I, kemudian tak diatasi dengan baik, meskipun umumnya tak memunculkan kecacatan, namun bisa menyebabkan keguguran. Sedangkan di trimester II atau III, jika tak ditangani, bisa mengakibatkan kelahiran prematur atau terjadi peradangan vertikal (penularan dari ibu ke bayinya).

Tetanus
Penyakit tersebut diakibatkan kuman Clostridium tetani. Kuman tersebut hidup di tempat yg oksigennya rendah, seperti didalam tanah atau di luka yg tertutup. Luka yg beresiko buat jadi tempat peradangan kuman ini, contoh, luka yg kotor & terserang tanah atau karat, luka yg lebar & tak beraturan, luka tusuk, & sebagainya.

Kuman yg berkembang biak bakal mengeluarkan toksin yg kemudian tentang sarap, sampai otot-otot bakal mengalami kelumpuhan & kekakuan. jika tanda masih ringan, contoh, kekakuan baru di daerah muka & segera diatasi, umumnya bisa ditangani dengan baik & tak membahayakan ibu maupun janinnya.

Meskipun beresiko mengganggu kehamilan & janin, namun sebenarnya tetanus taklah sulit buat mencegahnya. Cara mengolahnya, jika hingga seseorang mengalami luka, terutama luka yg kotor, maka lukanya mesti dibersihkan benar-benar dengan antiseptik, kemudian jika perlu ia bakal diberikan suntikan serum antitetanus & vaksinasi TT (tetanus toksoid).

Ibu hamil juga dapat divaksinasi TT buat melindungi dirinya. Selain, memberikan kekebalan di bayinya yg baru dilahirkan supaya tak terserang tetanus neonatorum (peradangan tali pusat). Imunisasi diberikan 3 kali, yaitu selagi hamil muda & sebulan lalu.

Yang jelas, 2 bulan sebelum melahirkan, si ibu telah komplet memperoleh “paket” suntikan TT. Bila melalui dari waktu itu atau malah telah dekat waktu melahirkan, kemungkinan besar belum sempat terbentuk antibodi atau daya imunitas buat memerangi tetanus yg mungkin menerpa saat melahirkan.

Resiko untuk Kehamilan, Janin, & Persalinan:

Bila tak diatasi, penyakit tetanus bisa mengakibatkan kekakuan. jika telah tentang daerah otot pernapasan, pengidap bakal mengalami kesulitan bernapas & bisa segera meninggal.

Pada ibu hamil, peradangan tetanus kerapkali jadi lebih cepat masa inkubasinya, yakni 4-12 hari. semakin cepat masa inkubasinya, semakin patal dampaknya, baik untuk si ibu maupun janinnya.

Selain itu, resiko terbesar terjadinya peradangan tetanus ialah saat persalinan. di persalinan tak bersih, contoh, peralatan tak steril & perawatan tali pusat tak baik, maka kuman tetanus gampang sekali menyerang, baik ibu maupun bayinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *