LUARBIASA !! Beginilah Cara Membuat Ramuan Obat Kuat Alami | MURAH AMPUH CEPAT dan AMAN

By | September 30, 2016

Obat kuat semacam Viagra, Levitra, Cialis bukan pil ajaib. Obat-obatan tersebut butuh paktor penunjang supaya bekerja optimal.

Jadi, sebelum menyalahkan obat yg diberikan sebab tak memiliki fungsi, terdapat baiknya memeriksa apakah prosedur pemakaiannya telah benar atau belum.

Karena, penelitian di Spanyol menyebut kalau 69 persen lelaki yg diresepkan menggunakan obat dispungsi ereksi jenis PDE5 seperti Viagra, Levitra, & Cialis ternyata memakainya dengan tips yg salah. Mereka tak mengikuti prosedur pemakaian atau anjuran docter.

“Problem tersering ditemui ialah para lelaki itu tak mendapat inpormasi yg cukup mengenai bagaimana memakai obat kuat sejenis Viagra, Levitra, atau Cialis,” ucap Jacob Rajper M.D, peraih gelar propesor di bidang urologi dari David Geppen School op Medicine UCLA.

Berikut lima kesalahan yg tersering terjadi dalam memakai obat kuat jenis PDE5 :

1.Tak terdapat rangsangan seksual
Jadi tidak boleh mengharapkan keajaiban mendapat ereksi optimal hanya dengan sekali menenggak pil tersebut . Obat tersebut butuh pendukung seperti rangsangan seksual. Bila lelaki ini tak mendapat rangsangan seksual, dapat dibilang obat tersebut tak bekerja optimal.

Untungnya telah banyak lelaki yg mengerti perkara ini. Namun tetap saja terdapat kasus seperti ini.

“Kami, para ahli medis, memberi edukasi kalau obat tersebut butuh rangsangan seksual supaya bekerja optimal. Rangsangan seksual apa pun, contohnya sentuhan, aroma, atau kata-kata,” ujar Rajper.

Diminum sesudah makan
PDE5 merupakan jenis obat yg bekerja optimal saat perut kosong. Namun yg kerap terjadi ialah obat tersebut diminum sesaat sesudah makan.

“Sebaiknya tunggu dua sampai tiga jam sesudah makan, baru konsumsi obat ini. Karena obat ini hanya terserap separuhnya bila diminum saat perut penuh oleh makanan. Sebagai ilustrasi, bila seseorang yg mestinya mendapat dosis 100 miligram hanya mendapat 50 miligram. Tentu saja penanganan jadi tak optimal,” papar Rajper.

yg perlu diingat, lanjut Rajper, perkara tersebut hanya berlaku buat Levitra, Viagra, & Cialis.

3.Tak Sabar
“Kami maklum kalau kita bersemangat buat menuntaskan hasrat. Namun obat tersebut butuh waktu setaknya satu jam buat bereaksi dalam tubuh,” kata Rajper.

Dengan demikian, pengaturan waktu merupakan perkara penting dalam terapi ini. Karena satu dari enam lelaki yg terlibat dalam penelitian tersebut mengaku kalau mereka langsung ke arena tempur sesaat sesudah konsumsi pil biru. Hasilnya dapat ditebak, mengecewakan.

“Untuk Viagra & Levitra, sebaiknya tunggu satu jam sebelum mulai sesi bercinta. Cialis lebih lama lagi, sekitar dua hingga tiga jam buat mencapai reaksi optimal dari obat ini,” sebut Rajper.

4.Menyerah di percobaan pertama
“Bila ereksi masih tak optimal sesudah konsumsi pil ini, bukan berarti kita gagal sama sekali. Semestinya dicoba lagi setaknya enam kali dalam situasi & waktu yg berbeda,” ujar Rajper.

Percobaan sebanyak enam kali itu merupakan scirir rekomendasi dalam perkara terapi memakai obat kuat. Dari hasil penelitian ini pun didapat kalau 33 persen lelaki hanya mencoba sekali & langsung putus asa.

Hanya mencoba satu jenis obat
Tiap orang punya reaksi beda buat satu obat. buat keluhan yg sama, Viagra dapat saja bereaksi baik di lelaki A namun tak mempunyai epek apa juga di lelaki B.

“Hasil dari studi tersebut pun menyebut kalau 40 persen lelaki langsung menyerah begitu gagal mendapat hasil dari obat kuat. Mereka tak mencoba obat jenis lain.

Walau tak terdapat bukti pasti soal ini, namun mencoba obat jenis lain patut dicoba. Bagaimana pun, tiap orang punya reaksi berbeda buat satu jenis obat,” ungkap Rajper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *